Apa Itu Penyakit Difteri, Pencegahan dan Pengobatan

0
290
Stop Penyakit Difteri
Stop penyebaran penyakit Difteri

APA itu penyakit Difteri? Seketika pertanyaan itu terlontar saat penyakit ini mewabah di berbagai daerah Indonesia. Bahkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menetapkan wabah Difteri sebagai kejadian luar biasa (KLB).

Difteri merupakan penyakit yang disebabkan infeksi bakteri bersumber dari Corynebacterium diphtheriae. Corynebacterium diphtheriae sendiri sejenis bakteri paktogen, dikenal juga sebagai basillus Klebs-Löffler.

Difteri sebenarnya penyakit langka. Di jaman pengobatan modern ini, penderita penyakit Difteri sudah sangat jarang terjadi. Di masa lalu Difteri merupakan penyakit mengerikan dan menyebabkan ribuan kematian. Penderita yang dapat sembuh dari penyakit ini mendapat penderitaan lanjutan, seperti kelumpuhan otot-otot tertentu, kerusakan permanen pada jantung dan ginjal. Anak-anak usia pertumbuhan sangat rentan pada penyakit ini.

Penyakit ini menular. Bakteri tersebar dengan adanya kontak antarmanusia atau melalui perantara. Bebeberapa di antaranya seperti menghirup cairan dari mulut atau hidung orang terinfeksi Difteri. Bisa juga tersebar dari jari-jari penderita Difteri, handuk yang dipakai penderita Difteri, atau susu yang terkontaminasi penderita.

Gejala Difteri
Kenali wabah penyakit Difteri di sekitar Anda

Penyakit ini umumnya menyerang selaput lendir hidung dan tenggorokan. Terkadang dapat memengaruhi kulit. Infeksi serius Difteri berpontensi penderitanya menemui kematian.

Beberapa gejala awal penyakit Difteri tidak khas. Seperti demam tinggi, nafsu makan menurun, lesu, merasa nyeri saat menelan, merasa nyeri di tenggorokan, dan bernapas dengan mengeluar suara seperti mengorok. Gejala yang cukup khas ada keluarnya lendir berwarna kuning kehijau-hijauan dari hidung, dan bisa mengeluarkan darah.

Gejala itu semakin kuat jika terdapat selaput putih keabu-abuan di tenggorokan atau hidung. Kemudian terjadi pembengkakan di leher atau disebut sebagai bull neck. Pembengkakan di leher ini yang menyebabkan rasa nyeri di tenggorokan atau sakit saat menelan.

Ciri penyakit Difteri
Orang terkena Difteri cirinya terlihat di rongga mulut.

Pengobatan bagi penderita Difteri segera diberi penanganan ke lokasi fasilitas kesehatan terdekat. Diperlukan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penderita mengidap penyakit Difteri. Jika positif mengidap penyakit Difteri diperlukan rawat inap di rumah sakit untuk mendapat pengobatan.

Petugas kesehatan biasanya memberi antitoksin difteri, seperti eritromisin dan penisilin. Antibiotika ini membantu menghilangkan kuman dan menghentikan pengeluaran toksin. Jika penderita terinfeksi secara serius, biasanya akan dibuat lubang pada pipa saluran pernapasan untuk menyelamatkan nyawa penderita Difteri.

Untuk mencegah penyakit ini, umumnya melalui vaksinasi. Bayi, kanak-kanak, remaja, dan orang dewasa memerlukan suntikan booster setiap 10 tahun. Oleh karena itu, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dalam artikel di laman resminya, mengimbau masyarakat untuk melengkapi imunisasi DPT/DT/Td sesuai usia di fasilitas kesehatan terdekat. Anak dengan batuk pilek ringan dan tidak demam tetap bisa mendapatkan imunisasi DPT/DT/Td sesuai usia.

Setelah imunisasi DPT, terkadang timbul demam, bengkak dan nyeri di tempat suntikan DPT. Hal ini reaksi normal dan akan hilang dalam 1-2 hari. Namun bila anak mengalami demam atau bengkak di tempat suntikan, diperbolehkan meminum obat penurun panas parasetamol sehari 4x sesuai dosis umur.

Untuk memutuskan rantai penularan Difteri, seluruh anggota keluarga serumah harus segera diperiksa oleh dokter dan petugas dari Dinas Kesehatan. Keluarga akan diberi obat yang harus dihabiskan untuk mencegah penyakit, apakah mereka juga menderita atau pembawa kuman difteri.

Informasi lebih lengkap dan detail penyakit Difteri bisa didapatkan dengan berkonsultasi dengan petugas kesehatan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here