Apa Kabar Yayasan Supersemar

0
85

Mahkamah Agung (MA) telah mengeluarkan putusan terkait Yayasan Supersemar yang tertuang di dalam surat putusan Nomor 140/PK/Pdt/2015. (Sindonews)

MAHKAMAH Agung (MA) telah mengeluarkan putusan kasus Yayasan Supersemar dalam surat putusan Nomor 140/PK/Pdt/2015. Putusan itu mewajibkan ahli waris membayar Rp4,4 triliun kepada negara terkait dugaan penyelewengan dana beasiswa Yayasan Supersemar.

Namun sejak putusan dikeluarkan pada 8 Juli 2015, belum ada eksekusi dari Kejaksaan Agung terhadap ahli waris almarhum Soeharto, dalam hal ini anak-anaknya.

Kasus ini bermula saat pemerintah menggugat HM Soeharto dan Yayasan Supersemar atas dugaan penyelewengan dana beasiswa. Pada 27 Maret 2008, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan mengabulkan gugatan pemerintah yang diwakili Jaksa Agung dan menghukum yayasan bentukan Soeharto itu untuk membayar ganti rugi kepada negara.

Dalam putusannya, MA mengabulkan permohonan peninjauan kembali dari pemohon peninjauan kembali I: Negara Republik Indonesia Cq. Presiden Republik Indonesia tersebut.

“Menolak permohonan peninjauan kembali dari Pemohon Peninjauan kembali yakni Yayasan Beasiswa Supersemar tersebut dan Membatalkan putusan MA Nomor 2896 K/Pdt/2009 tertanggal 28 Oktober 2010,” seperti tertulis di laman Mahkamah Agung, Kamis (26/11/2015).

Kejagung beberapa waktu lalu telah membentuk tim untuk proses eksekusi aset-aset yayasan. Proses inventarisasi ini dimulai dengan menelusuri aset-aset.

Kejagung bekerja sama dengan Tim Pusat Pemulihan Aset (PPA)  dan intelijen dalam penelusuran aset-aset tersebut. Sayangnya hingga kini belum ada kabar terakhir tim penelusuran aset Yayasan Supersemar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here