Kecelakaan AirAsia QZ8501 Dianalisa BMKG

0
105

Ilustrasi Manifestasi AirAsia QZ8501BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberi perhatian atas kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501. Perhatian tersebut berupa analisis meteorologis di seputar penerbangan AirAsia QZ8501.

Analisis yang ditayangkan di situs resmi BMKG, ditulis oleh Prof Edwin Aldrian, Ferdika Amsal, Jose Rizal, dan Kadarsah dari Puslitbang BMKG. Salah satu analisis yang dilakukan oleh peneliti BMKG antara lain mengungkap data kronologi kejadian. Berikut analisisnya.

Pesawat AirAsia QZ8501 lepas landas dari landas pacu 10 Juanda International Airport (SUB) pukul 05.35 waktu setempat (22.35 UTC). Arah pesawat setelah lepas landas berbelok ke kiri 329° di atas Laut Jawa.

Pada pukul 05.54 Lt, ketinggian pesawat mencapai FL320. Kemudian pesawat mengubah arah ke kiri menjadi 319°. 10 menit kemudian mengubah lagi arah sedikit ke arah 310°. Pesawat terlihat terakhir di layar monitor ACC radar pada pukul 06.24 WIB atau 23.24 UTC.

Pada saat itu pesawat sedang melakukan deviasi (pengalihan arah) dari yang telah direncanakan karena alasan cuaca buruk. Pesawat meminta kenaikan ketinggian dari 32.000 kaki ke 38.000 kaki. Dari beberapa kali manuver perubahan arah (heading) yang dilakukan oleh pesawat tersebut diperkirakan pesawat menghindari cuaca buruk yang menghadang di depannya.

Diperkirakan AWQ-8501/QZ-8501 terjebak cuaca buruk yang sulit dihindari ketika sedang berada di atas Selat Karimata dekat Pulau Belitung. Pada pukul 07.08 WIB, pesawat dinyatakan INCERFA (fase ketidakpastian), pada 07.28 WIB, pesawat dinyatakan ALERFA (fase siaga), dan kemudian pada 07.55 WIB, pesawat dinyatakan DISTRESFA (fase distress).

Pada detik-detik terakhir pesawat akan hilang dari layar radar monitor, terlihat pesawat telah melakukan deviasi ke sebelah kiri dari jalur yang direncanakan. Arah pesawat AWQ-8501/QZ-8501 terlihat membelok ke arah sebelah kiri dan sudah meninggalkan ketinggian 32.000 kaki dan sedang naik menuju ketinggian 36.300 kaki, sedangkan kecepatan menurun menjadi 353Kts.

Berdasarkan data gambar dari monitor radar tersebut, terlihat pada waktu yang bersamaan selain QZ8501 ada juga pesawat lain dari maskapai Emirates dengan nomor penerbangan UAE-409 yang terbang reguler dari YMML/MEL (Melbourne, Australia) menuju WMKK/KUL (Kuala Lumpur). Pada saat itu pesawat UAE-409 yang berangkat dari MEL pada hari yang sama pukul 04:10 WIB dan tiba di KUL pukul 08.22 WIB, berada di depan sebelah kiri dari jalur QZ-8501 dengan ketinggian 36.000 kaki dan kecepatan 503 Kts.

Kemudian, analisis tersebut juga memuat meteorological flight document. Secara umum, kondisi cuaca pada bandara asal dan bandara tujuan menunjukkan kondisi cuaca yang tidak signifikan, sangat memungkinkan untuk take off dan landing pesawat.

Analisa selengkapnya bisa diunduh di sini: Analisa BMKG

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here