Gempa Magnitudo 6 Banten, dan Ramai Hoax

0
209
Gempa Banten Lebak
BMKG: Pusat gempa Lebak-Banten Magnitudo 6,1

GEMPA dengan magnitudo 6,4 mengguncang siang tadi, sekira pukul 13.34 WIB. Dengan kedalaman 10 kilometer pusat gempa berada sekitar 81 kilometer Barat Daya Lebak, Banten.

Dalam laman resmi, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menginformasikan gempa tidak berpotensi tsunami meski berada di wilayah Samudera Hindia, selatan Pulau Jawa.

Sementara Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Moch Riyadi merevisi, kekuatan gempa bermagnitudo 6,1. Lokasi gempa berada 43 kilometer arah selatan Kota Muarabinuangeun, Kabupaten Cilangkahan, Propinsi Banten dengan kedalaman 61 km.

Guncangan gempa yang cukup besar ini dirasakan hingga kota Jakarta, Tangerang Selatan, dan Bogor. Hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya gempa susulan.

Menurut Riyadi, gempa bumi siang tadi diklasifikasikan sebagai gempa dangkat akibat subduksi lempeng Indo-Australia ke bawah lempeng Eurasia.

Berdasarkan data sementara BNPB, ratusan rumah rusak akibat gempa. Di Kabupaten Cianjur sebanyak 6 pelajar luka berat dan 2 pelajar luka ringan akibat tertimba genteng yang runtuh di SMK Tenggeung Kecamatan Tanggeung Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Kemudian terdapat 1 rumah rusak berat di Desa Tanggeung dan 1 rumah rusak berat di Desa Pagermaneuh. Di Kabupaten Sukabumi terdapat 9 rumah rusak ringan, 1 rumah rusak sedang, 1 masjid rusak berat, dan 2 fasilitas umum kesehatan rusak ringan.

Di Kabupaten Bogor terdapat beberapa rumah dan bangunan rusak di Kecamatan Sukajaya, Kecamata Nanggung, Kecamatan Megamendung, Kecamatan Caringin, dan Kecamatan Cijeruk. Sebanyak 7 rumah rusak berat dan 5 rumah rusak ringan.

Data akan bertambah karena diperkirakan masih terdapat bangunan yang rusak. Di Pandeglang terdapat Aula SMA CMBBS Pandeglang roboh dan beberapa rumah mengalami kerusakan, tidak ada korban jiwa. Di Banten terdapat  115 rumah rusak, 1 masjid rusak dan 1 puskesmas rusak.

Tak berapa lama guncangan gempa yang cukup mengejutkan masyarakat di Jawa Barat dan Jakarta, tangan-tangan jahil dan tidak bertanggung jawab menyebarkan kabar-kabar bohong alias hoaks.

Seperti dua foto di bawah ini disebarkan sebagai dampak dari gempa yang terjadi siang tadi. Faktanya, foto ini merupakan jalan retak parah di Jalan Yogya-Wonosari, Pedotan Wetan. Jalan retak ini bukan dampak dari gempa Banten.

Sementara video di bawah ini yang disebut-sebut gejala tsunami akibat dampak gempa Banten. Namun diduga video ini merupakan gelombang tinggi yang sedang melanda kapal di penyebarangan Selat Sunda. Dipastikan bukan merupakan dampak dari gempa Banten.

Foto di bawah ini, sudah dipastikan hoaks, mengabarkan akan terjadinya gempa susulan pada malam ini.

“Kepada masyarakat di sekitar wilayah Kabupaten Cilangkahan diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” tulis Riyadi.

Yang harus diketahui, hingga sejauh ini para pakar gempa dan teknologi yang ada saat ini belum bisa memprediksi gempa akan datang.

“Gempa tidak dapat diprediksi secara pasti. Iptek belum mampu memprediksi secara pasti kapan, di mana dan berapa besar gempa akan terjadi. Oleh karena itu jika menerima informasi akan terjadi gempa bahkan dengan spesifik mengatakan besar, waktu dan lokasi itu adalah Hoax. Jadi jangan ikut-ikutan menyebarkan di medsos,” jelas Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here