Hajar Jahanam Koruptor

0
107
Hajar Jahanam Koruptor
Ilustrasi uang suap.

HAJAR jahanam ini bukan obat “pisang” yang melegenda itu. Tapi, hajar si jahanam koruptor yang menggerogoti negeri ini.

Apa ini ajakan? Iya.

Jahanam? Iya. Ulah koruptor ini memang sudah sangat keterlaluan. Bukan menggemaskan. Menggemaskan hanya bagi balita yang sedang lucu-lucunya. Ulah koruptor ini tidak masuk kategori lucu, dari sudut pandang apapun.

Untuk tahun ini saja, 2017, ICW mencatat ada 266 kasus korupsi untuk rentang waktu Januari hingga Agustus. Dan rupiah yang ditilep mencapai Rp1,83 triliun. Untuk melakukan korupsi, jahanam koruptor mengeluarkan suap hingga Rp118,1 miliar. Luar biasa.

Angka di atas baru berjalan enam bulan, entah akhir tahun ini. Belum lagi kasus-kasus korupsi di tahun-tahun sebelumnya. Selain merugikan anggaran negara, ulah jahanam koruptor ini, juga berujung merugikan masyarakat.

Sebut saja satu kasus korupsi yang sedang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yakni kasus pengadaan KTP elektronik (eKTP). Sejatinya seluruh warga negara saat sudah menikmati kepemilikan eKTP, yang cita-citanya akan menjadi kartu identitas one stop administration itu.

Akibat ulah para koruptor yang tidak punya “udel” nasib eKTP menjadi terkatung-katung. Coba saja cek lingkungan sekitar, apakah seluruhnya sudah memiliki eKTP?

Setidaknya jutaan warga belum memiliki eKTP, padahal perekaman data sudah dilakukan. Bahkan ada yang beberapa tahun lalu sudah melakukan perekaman data, namun hingga saat ini belum juga memegang eKTP.

Permasalahan utamanya ketiadaan blanko kartu eKTP. Pengadaan blanko ini menjadi sasaran empuk untuk dijadikan mainan para koruptor. Para koruptor mendulang rupiah di atas kepentingan publik. Apa itu lucu?

Namun yang ini mungkin saja lucu. Mungkin juga miris. Si terduga koruptor eKTP main kucing-kucingan dengan KPK agar lolos dari jeratan hukum.

Siapa dia? Ah, sudah diketahui umum siapa dia. Warga yang nongkrong di warung-warung kopi kampung pun sudah tahu. Sudah diketahui umum pula si pemimpin partai dan pemimpin lembaga negara ini berupaya lolos. Berbagai skenario drama dirancangnya agar tidak menginjakkan kaki di gedung pemberantasan korupsi.

Dari sakit jantung hingga kecelakaan lalu lintas berakibat benjol segede bakpao menjadi alasan. Tidak merasa salah, tapi kabur-kaburan banyak alasan. Apa ini bukan isyarat bahwa si kantong tebal itu memang terlibat mega skandal korupsi eKTP?

Pada akhirnya, sepandai-pandai koruptor lari sana-sini, suatu saat masuk bui juga.

Ayo KPK hajar si jahanam koruptor!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here