Jika Kemiskinan Dijabarkan

0
79
Kemiskinan adalah keadaan di mana terjadi kekurangan hal-hal yang biasa untuk dipunyai

BERAWAL dari kata miskin diberi imbuhan ke dan an, jadilah kemiskinan. Coba kita tengok pengertian kemiskinan yang saya kutip dari wikipedia,

Kemiskinan adalah keadaan di mana terjadi kekurangan hal-hal yang biasa untuk dipunyai. Seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, dan air minum. Hal-hal ini berhubungan erat dengan kualitas hidup. Kemiskinan kadang juga berarti tidak adanya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan yang mampu mengatasi masalah kemiskinan dan mendapatkan kehormatan yang layak sebagai warga negara.

Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan.

Kemiskinan dipahami dalam berbagai cara. Pemahaman utamanya mencakup:

  1. Gambaran kekurangan materi, yang biasanya mencakup kebutuhan pangan sehari-hari, sandang, perumahan, dan pelayanan kesehatan. Kemiskinan dalam arti ini dipahami sebagai situasi kelangkaan barang-barang dan pelayanan dasar.
  2. Gambaran tentang kebutuhan sosial, termasuk keterkucilan sosial, ketergantungan, dan ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam masyarakat. Hal ini termasuk pendidikan dan informasi.
  3. Gambaran tentang kurangnya penghasilan dan kekayaan yang memadai.

Kemiskinan sudah seperti menjadi momok bagi setiap orang. Tidak hanya di level pribadi, pemerintah pun pusiang tujuh kuliliang dengan sebuah kata ini. Lihat saja data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menurut hasil survei pada Maret 2009. Jumlah orang miskin di Indonesia sebanyak 32,53 juta jiwa atau 14,15 persen dari total jumlah penduduk Indonesia.

Banyak orang malu mengakui dirinya miskin. Tak heran satu kata ini membuat orang berlomba-lomba mengejar kata yang lain, yakni “uang”. Dengan tujuan kata yang lain, yakni “kaya”, “memadai”, berkecukupan, atau kata-kata lainnya. Untuk, mengejar uang, manusia dengan mudah menjadikan kepala ke kaki, kaki ke kepala, suatu istilah hiperbolis untuk kerja keras.

Cara yang paling ekstrim untuk mendapatkan kata kaya ini, banyak caranya. Dari cara magis, sampai dengan cara yang intelek. Menjadi makelar kasus, atau korupsi, misalnya. Tapi tak perlu dibahas lah cara yang tak elok ini.

Uang, uang, uang… menjadi kata yang wajib untuk bertahan di kehidupan ini. Bekerja dengan baik dan benar pun tak sanggup mencukupi kantong dengan uang. Apalagi jika bekerja dengan tidak baik dan tidak benar? Walah, kalau ini silakan tunggu tanggal mainnya saja. Hahahahaha…

Lalu apa maksud dari tulisan ini? Entahlah, kalian ambil kesimpulan saja sendiri. Saya hanya ingin menjabarkan kata “kemiskinan” yang berputar-putar di otak saya sejak siang tadi.

SHARE
Previous articleHidupku Tersisa 2 Tahun
Next articleTa-Ci-Pa-Pat-Re-Ra-He-Di-Ber-Su
Saya Harry, pemilik weblog sangharry.com. Seorang jurnalis sewajarnya. Suka dengan suasana malam, ditemani kopi hitam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here