Kala Aku Kembali

0
125

Kala aku kembali, mari kita bersenandung kecil. Menyeruak bisumu dan bisuku. Kita mungkin berbicara dengan media angin saja. Tapi memungkinkan kita saling memuji.

Sedikit sengat dari kecup bibirmu, sudah membuatku tak akan beranjak sedepa pun. Benar begitu?

Binal nakal matamu. Melirik tajam dalam sanubari, tak setajam yang tak terbentuk kau berikan. Aku pun tak beranjak lagi.

Saat aku kembali. Mari kita butakan kekayaan yang gemerlap itu.

Tak ada janji kegemerlapan uang. Gemerincing uang. Kemilaunya emas. Megahnya bangunan. Atau mewahnya sebuah perayaan.

Maka, aku kembali tanpa itu. Tanpa sarana kemewahan.

Karena kita memulai tanpa itu dan membangun masa depan tanpa selembar konsumerisme lokal.

Karena itu aku kembali. Kembali pada segenap kesederhanaan kita.

SHARE
Next articleManusia Malam Malang
Saya Harry, pemilik weblog sangharry.com. Seorang jurnalis sewajarnya. Suka dengan suasana malam, ditemani kopi hitam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here