Mewabah, Kemenkes Tetapkan KLB Difteri

0
204
Wabah Difteri
Penyakit Difteri bisa menyebabkan penderitanya meninggal dunia.

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) beberapa hari lalu menetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) Difteri. Status ini ditetapkan setelah terjadi penyebaran virus Difteri di sejumlah daerah.

Berdasarkan data yang diterima Kemenkes sejak Januari hingga November 2017, terdapat 591 kasus Difteri di 20 provinsi. Dari ratusan kasus tersebut sebesar enam persen meninggal dunia.

Wabah Difteri
Sebaran penyakit Difteri di Indonesia. (Infografis: Kemenkes)

Usai penetapan KLB Difteri, Kemenkes akan melakukan imunisasi tiga tahap untuk tiga provinsi dan 12 kabupaten/kota yang dikategorikan bahaya wabah Difteri.

Imunisasi, disebut outbreak respons immunization (ORI), akan dimulai pada 11 Desember atau pekan ini. Imunisasi untuk mencegah penularan Difteri ini ditujukan untuk balita mulai usia 1 tahun hingga dewasa dengan usia di atas 45 tahun.

Kemenkes menganjurkan kepada masyarakat untuk memeriksa status imunisasi putra-putrinya. “Masyarakat perlu mendukung dan bersikap kooperatif jika di tempat tinggalnya diadakan ORI (Outbreak Response Immunization) oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota setempat,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Oscar Primadi dalam keterangan yang dirilis Kemenkes, Minggu (3/12/2017).

Untuk pencegahan Difteri, Kemenkes mengeluarkan imbauan untuk masyarakat. Yakni berperilaku hidup bersih dan sehat. Menggunakan masker bila sedang batuk.

Kemudian segera berobat ke pelayanan kesehatan terdekat jika terdapat anggota keluarga yang mengalami demam disertai nyeri menelan, terutama jika didapatkan selaput putih keabuan di tenggorokan.

Gejala Difteri
Kenali ciri-ciri penyakit Difteri.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here