Produk Indonesia Diminati dalam Pameran Dagang di Pyongyang

0
94

PADA 11-14 Mei 2015 di Three-Revolution Exhibition House, Pyongyang, Korea Utara, telah diselenggarakan Pameran Dagang Musim Semi Pyongyang ke-18. Dalam pameran yang diikuti oleh lebih dari 300 exhibitors dari berbagai negara tersebut, KBRI Pyongyang turut berpartisipasi dengan memamerkan sejumlah produk makanan (termasuk beraneka ragam bumbu masak instan), minuman serta kosmetik asal Indonesia baik yang telah maupun yang belum masuk ke dalam pasar Korea Utara. Selain itu, KBRI pun menyediakan brosur dan informasi mengenai produk yang dipamerkan maupun yang tidak, misalnya mebel.

Agar masyarakat setempat lebih mengenal produk Indonesia, KBRI memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk mencicipi sebagian dari produk makanan dan minuman yang telah masuk dalam pasar Korea Utara, antara lain mie instan, nasi goreng (yang diracik dengan bumbu instan), sereal ginseng, kopi instan, serta permen rasa kopi dan gula asem.

“Diharapkan, setelah mencicipi produk makanan dan minuman asal Indonesia, masyarakat Pyongyang mencarinya di toko-toko terdekat karena produk-produk tersebut telah dijual di Pyongyang,” demikian disampaikan Duta Besar RI untuk Korea Utara, Bambang Hiendrasto, dalam siaran persnya, Kamis 11 April. Dubes RI menambahkan, selama ini produk-produk tersebut cukup dikenal di Pyongyang, namun tidak banyak yang mengetahui bahwa produk-produk tersebut berasal dari Indonesia.

Selain itu, pengunjung pameran pun diberikan kesempatan untuk mencoba beragam produk kecantikan dan perawatan tubuh untuk pria dan wanita. Pengunjung nampak antusias mencoba dan banyak yang menyatakan menyukai produk dimaksud. Sayangnya, sebagian produk kosmetik tersebut belum tersedia di pasar Korea Utara dan karena keterbatasan produk yang dipasarkan, transaksi jual-beli tidak dapat dilakukan.

Dubes RI berharap peluang tersebut dapat ditangkap baik oleh para pengusaha Indonesia maupun pengusaha setempat untuk meningkatkan volume perdagangan kedua negara. Sebagai informasi, Kementerian Perdagangan RI mencatat nilai ekspor Indonesia ke Korea Utara selama periode 2010-2014 mengalami tren penurunan sebesar 39,64%, sementara tren impor Indonesia dari Korea Utara pada periode yang sama mengalami penurunan sebesar 33,36%.

Di samping menyatakan keinginan untuk membeli produk-produk Indonesia, tidak sedikit pula pengunjung yang memuji dekorasi booth Indonesia yang dihiasi oleh beragam kain batik nusantara. Booth Indonesia dianggap memiliki dekorasi yang menarik sehingga mengundang pengunjung untuk melihat apa yang dipamerkan. Tidak kurang dari 500 pengunjung dari sekitar 20.000 orang yang mengunjungi pameran setiap harinya berhenti di booth Indonesia.

Pembukaan pameran dagang musim semi pada 11 Mei 2015 dihadiri oleh Vice Premier Korea Utara, Ro Tu Chol, Menteri Hubungan Ekonomi Luar Negeri, Ri Ryong Nam, serta para duta besar di Pyongyang, termasuk Duta Besar RI untuk Korea Utara. Selain dari Korea Utara, perusahaan dan kedutaan yang mengikuti pameran antara lain berasal dari Tiongkok, Rusia, Malaysia, Vietnam, Kamboja, Mongolia, Italia, Jerman, Perancis, Polandia, Swiss, Selandia Baru dan Australia. Berbagai produk dipamerkan seperti peralatan elektronik, material bangunan, kendaraan bermotor, makanan dan minuman, pakaian/tekstil,obat-obatan, peralatan rumah tangga serta barang kebutuhan sehari-hari.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here