Rakyat Tak Puas Kinerja Jokowi-JK

0
78

KETIDAKPUASAN rakyat atas kinerja pemerintahan Jokowi-JK (Joko Widodo-Jusuf Kalla) kembali ditunjukkan hasil survei. Kali ini Lembaga Survei Nasional Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKopi) mengeluarkan hasil survei kinerja pemerintahan Jokowi-JK.

Hasil survei tersebut dikeluarkan jelang peringatan satu tahun usia pemerintahan Jokowi-JK yang jatuh pada 20 Oktober 2015 mendatang. Hasilnya, sebagian besar masyarakat tidak puas atas kinerja Pemerintah Jokowi-JK.

“Hasil sigi KedaiKopi memperlihatkan sebagian besar 54,7 persen masyarakat tidak puas terhadap kinerja Jokowi-Kalla,” ungkap juru bicara KedaiKopi, Hendri Satrio, saat melansir hasil survei bertajuk ‘Apa Kata Rakyat 1 Tahun Jokowi-JK?’ di Restoran Dua Nyonya, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (18/10/2015).

Survei atas kinerja nakhoda ‘Kabinet Kerja’ ini, dilakukan terhadap 386 responden yang tersebar secara proporsional di seluruh Indonesia, dengan besaran 52 persen di Jawa dan 48 persen di luar Jawa.

“Responden adalah pengguna telepon yang dipilih secara acak (probability sampling) menggunakan metode sample acak sistematis. Komposisi responden di setiap daerah mempertimbangkan proporsi antara jumlah penduduk di setiap daerah,” ujarnya.

Hendri menjelaskan, proses pengumpulan data survei dilaksanakan dari tanggal 14-17 September melalui wawancara telepon menggunakan kuesioner terstruktur (structured interview).

Menurutnya, wawancara dilakukan terhadap pemilih yang berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah ketika survei dilakukan. Responden diambil dari latar belakang sosial dan pendidikan yang berbeda-beda.

“Dengan menggunakan 384 responden, margin of error (MoE) survei ini sebesar lebih kurang lima persen pada tingkat kepercayaan 95 persen,” papar Hendri.

Hendri menyatakan, sebagian besar responden merasa tidak puas karena tiga hal, yaitu harga bahan pokok yang tinggi (35,5 persen), pelemahan nilai tukar rupiah (23,7 persen) serta lambannya penanganan kabut asap (11,8 persen).

Sisanya kata Hendri, publik merasa tidak puas terhadap kinerja Jokowi-JK karena harga bahan bakar dan minyak yang mahal, susahnya mendapatkan lapangan kerja, kinerja menteri yang tidak bagus, dan biaya kesehatan yang tidak terjangkau dan lain-lain.

“Jumlah responden yang tidak puas itu sebenarnya tipis dengan yang merasa puas. Ada 44,3 persen responden yang menyatakan puas dengan kinerja Jokowi-Kalla,” ucap Hendri yang juga pengajar Universitas Paramadina ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here