Semar Mesem & Jaran Goyang, Ajian Penakluk Jawa Timur?

0
100
Gus Ipul Cagub Jatim
Cagub Jatim Gus Ipul menggandeng Via Vallen dan Nella Kharisma.

LAMA tidak terdengar ajian Semar Mesem dan Jaran Goyang kini kembali mengujicoba keampuhannya memikat manusia. Apa sih ajian ini?

Untuk masyarakat Jawa, ajian Semar Mesem dan Jaran Goyang sangat melegenda. Ini merupakan ajian menaklukkan orang lain sehingga menjadi sayang. Biasanya digunakan untuk memikat lawan jenis dengan cara mistik. Populernya, ajian-ajian ini merupakan jenis ilmu pelet.

Mistik, karena ajian ini adalah cara supranatural dan dikategorikan sebagai ilmu hitam. Bahasa kerennya saat ini, cara ilegal.

Kini ajian-ajian ini kembali mencuat di Jawa Timur. Ya, dua ajian ini digunakan oleh cagub Pilkada Jawa Timur, Saifullah Yusuf alias Gus Ipul. Lho, bukankah Gus Ipul berasal dari kalangan Nahdlatul Ulama? Notabene tidak mungkin percaya hal-hal mistik bin musyrik seperti itu.

Eits, jangan salah. Semar Mesem dan Jarang Goyang kali ini ternyata bukan ajian klepek-klepek itu. Semar Mesem dan Jaran Goyang ini merupakan larik lagu dangdut populer yang dinyanyikan pedangdut muda Nella Kharisma. Judulnya aslinya Jaran Goyang.

Gus Ipul menggandeng Nella Kharisma untuk membantunya bertarung di Pilkada Jawa Timur. Bukan cuma Nella, Gus Ipul juga merekrut Via Vallen, pelantun lagu “Sayang” yang juga sedang meroket namanya.

Dua pedangdut ini direkrut khusus oleh Gus Ipul untuk menjadi model dan pengisi suara lagu kampanye berjudul “Kabeh Sedulur, Kabeh Makmur”.

Tampaknya bukan tanpa alasan Gus Ipul merekrut dua pedangdut muda yang sedang populer ini. Alasan normatif yang disampaikan Gus Ipul, “Tentunya pemilihan sosok yang mampu membawakan kreasi visi dan misi, agenda prioritas, rencana kerja, yang harus dipahami semua pihak, termasuk masyarakat. Dengan kultur, karakter Jawa Timur yang pas dan mampu menyampaikan ke masyarakat,” seperti dikutip dari Merdeka.com, Senin (15/1/2018).

Alasan lainnya, diakui Gus Ipul, keduanya memiliki massa. Terutama massa dari kalangan muda.

Tak disangkal, massa kedua pedangdut yang disebut-sebut bergenre koplo ini, cukup banyak. Massa di dunia maya sendiri tak bisa diremehkan. Pengikut Via Vallen di akun official Youtube-nya sekitar 200 ribu subcriber. Di Instagram follower tidak tanggung-tanggung, sekitar 4,9 juta follower.

Sementara Nella Kharisma, pelantun Jaran Goyang ini, memiliki subcriber Youtube sekitar 24 ribu, dan follower Instagram sekitar 2 juta.

Jumlah fans tersebut baru terlihat di dunia maya. Statistik di grass root bisa jadi berbeda, mungkin jauh lebih banyak. Mengingat fans keduanya tidak hanya berasal dari kalangan yang mengerti media sosial, namun juga kalangan awam teknologi media. Tapi tidak menutup kemungkinan lebih sedikit.

Artis Pemilik Massa jadi Kunci

Merekrut public figure atau artis untuk menggaet pemilih bukanlah barang baru. Cara ini sudah dilakukan Partai Golkar (dulu Sekber Golkar) bertahun-tahun lalu, saat Soeharto sebagai pendirinya masih berkuasa di negeri ini.

Cara ini juga dilakukan oleh Partai Amanat Nasional. Yang tersukses, cukup jelas, yakni Joko Widodo alias Jokowi. Salah satu caranya melenggang ke tahta negara adalah merekrut Slank. Grup musik asal Gang Potlot, Duren Tiga, Jakarta Selatan ini memang memiliki penggemar yang loyal dan militan.

Strategi politik merekrut figur yang diidolai masyarakat, bisa jadi dipelajari Gus Ipul dari para pendahulunya. Tapi pemilihan sosok Via Vallen dan Nella Kharisma seperti menghenyakkan jagat politik.

Terpilihnya Via Vallen dan Nella Kharisma bisa jadi gara-gara artikel di Kompasiana awal Januari lalu, “Ingin Menang Pilpres 2019? Bersekutulah dengan Via Vallen,” karya tulis Didik Fitrianto.

Dalam tulisan yang menggelitik itu, Didik meyakinkan para kontestan politik pesta demokrasi, merekrut Via Vallen adalah keniscayaan. Karena Via Vallen memiliki fans garis keras yang dijuluki Vyanisty. “Via Vallen adalah kunci,” tulis Didik di subjudul artikelnya.

Mungkin saja Gus Ipul menyadari strategi itu. Pemilu 2019 tentu jauh dari pelupuk mata. Di depan mata, di kandang Gus Ipul, hanya ada Pilkada Jatim. Apalagi Via Vallen ber-KTP Jawa Timur.

Ternyata Gus Ipul tidak mau tanggung-tanggung. Alih-alih merekrut Via Vallen saja, Nella Kharisma pun disandingnya pula. Popularitas Nella memang tak berbeda jauh dari Via Vallen yang lebih dulu populer. Nella pun memiliki fans garis keras yang dijuluki Nella Lovers.

Padahal dua pedangdut ini konon bersaing popularitas di dunia koplo, tapi malah disatukan oleh Gus Ipul. Akhirnya keduanya pun saling berpelukan di depan Gus Ipul untuk mengaspal jalan intelektual muda dari NU ini ke Jatim 1.

Jadilah kini keduanya bakal pengaspal jalan Gus Ipul. Koplo memang solusi bagi Gus Ipul.

Sebagai catatan, Gus Ipul merekrut keduanya pada pekan ketiga Januari. Jika benar Gus Ipul mengadaptasi ide Didik, selayaknya Didik diberi royalti. Hehehe….

Kini publik tinggal menunggu, apakah strategi politik “Semar Mesem dan Jaran Goyang bikin Sayang” milik Gus Ipul bisa menaklukkan masyarakat Jawa Timur. Jangan sampai masyarakat Jawa Timur menjadi “Semar Asem dan Jarang Goyang bikin Melayang”.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here