Setya Novanto Seperti Penjahat

0
81

 

Setya Novanto Pertanyakan Laporan Sudirman Said

SIDANG Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR terkait dugaan Setya Novanto mencatut nama Presiden dan Wakil Presiden dalam perpanjangan kontrak PT Freeport digelar tertutup. Namun nota pembelaan sebanyak 12 lembar bermaterai dan dibubuhi tanda tangan Setya Novanto beredar.

Nota pembelaan tersebut berisi, Setya Novanto merasa keberatan atas laporan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said ke MKD mengenai dugaan pencatutan nama Presiden dan Wakil presiden dalam perpanjangan kontrak PT Freeport.

Novanto berharap persidangan MKD dapat memberikan penjelasan yang seterang-terangnya mengenai tudingan pencatutan nama presiden dan wakil presiden tersebut.

“Saya berharap MKD dapat menempatkan keadilan di atas kebenaran. Berdiri di atas tertib hukum. Tertib pada hukum acara persidangan MKD, dan tertib atas persoalan yang berkaitan dengan legal standing dan bukti bukti formal yang disampaikan saudara pengadu (Sudirman Said),” tulis Novanto di nota pembelaannya, Senin (7/12/2015).

Harapan itu menurut Setya Novanto cukup penting untuk meluruskan persepsi yang ditunggangi oleh kepentingan politik tertentu.

Prinsip taat pada asas hukum harus ditegakkan, karena Indonesia menganut prinsip tata pemerintahan yang mengedepankan kerja sama harmonis antarlembaga tinggi negara. Indonesia, lanjutnya, bukan menganut prinsip tata pemerintahan yang dikuasai oleh kepentingan dan ambisi orang per orang.

“Lebih-lebih ketika kepentingan tersebut digerakkan oleh agenda-agenda kepentingan asing, suatu hal yang bertentangan dengan prinsip indonesia,” tulis Novanto.

Politikus Partai Golkar itu juga merasa telah disudutkan secara sepihak, dikorbankan dan dirusak nama baiknya secara sistematis. Bahkan secara langsung merusak harkat dan martabatnya selaku pribadi maupun anggota DPR. “Seolah-olah saya telah menjadi penjahat. Padahal faktanya tidak demikian,” tulis Novanto.

Setya Novanto meminta MKD dan masyarakat luas tidak termakan opini tersebut.”Saya mohon masyarakat Indonesia tidak terbawa opini menyesatkan. Mari sama-sama kita renungkan, kebenaran sesungguhnya di balik peristiwa ini,” ā€ˇtulisnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here