Tahun Ini 60 Persen Titik Kebakaran Hutan Berkurang

0
119
BNPB
Pemaparan titik kebakaran hutan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

TAHUN ini dilaporkan titik kebakaran hutan berkurang 60 persen. Berkurangnya titik kebakaran hutan sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Alhamdulillah berdasarkan analisis Kantor Staf Presiden, tahun ini hotspot (titik panas) kebakaran hutan dan lahan berkurang 60 persen,” ucap Kepala Staf Presiden (KSP) Teten Masduki saat mengunjungi Riau, dalam keterangan pers yang dikirim Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Kamis 21 Juli 2016.

Kepala BNPB Willem Rampangilei menambahkan, tujuan KSP ke Riau adalah ingin melihat secara langsung yang sudah dilakukan daerah dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan. “Serta mendapatkan informasi dari sumbernya sehingga Presiden mendapat masukan yang tepat dan daerah dapat maksimal sebaik-baiknya dalam mengatasi penanganan kebakaran hutan dan lahan,” jelasnya.

Saat pelantikan Kepala BNPB Willem Rampangilei, Presiden Jokowi menginstruksikan prioritas utama adalah mengatasi kebakaran hutan dan lahan. Presiden Jokowi sendiri memberikan tiga instruksi terkait hal yang harus dilakukan, antara lain pencegahan kebakaran hutan dan lahan, penegakan hukum, dan pemberdayaan masyarakat. “Jika terlihat ada api, segera padamkan sehingga kebakaran tidak meluas,” perintah Jokowi saat itu.

Dengan instruksi Jokowi tersebut, Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman mengajak semua pihak berani mengukir sejarah Riau tanpa asap.

Mendukung instruksi Presiden Jokowi dan imbauan Gubernur Riau, Danrem Riau Brigjen Nurendi mengatakan personelnya telah melakukan patroli darat, dan patroli udara. Jika terlihat kebakaran hutan dan lahan langsung dilaporkan ke satuan petugas (satgas) untuk melakukan pemadaman segera dengan peralatan seadanya.

Pihaknya juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat langsung dari pintu ke pintu. Selain itu, mendinginkan lahan gambut, water bombing, membuka pos pelayanan kesehatan di kecamatan dan kabupaten.

“Rencana kontinjensi sudah kami lakukan dan sudah didokumentasikan dalam bentuk buku, serta menjadi rekomendasi Menkopolhukam untuk penanganan Karhutla di provinsi lain,” tambahnya.

Berdasarkan data, terdapat 64 titik kuat di Riau yang rawan dibakar. Kerawanan ini menjadi latar belakang pembentukan kekuatan untuk menjaga wilayah tersebut. Kekuatan ini berisi satgas gabungan antara lain TNI, Polisi, BPBD, Manggala Agni, masyarakat, dunia usaha dan sebagainya.

Strateginya di antara 64 titik tersebut dijadikan tempat latihan militer yakni tempat latihan menembak TNI dengan peluru tajam selain untuk latihan juga untuk menjaga agar tidak ada yang membakar hutan dan lahan dengan sengaja.

Pada pertemuan Siaga Darurat Karhutla Provinsi Riau dihadiri antara lain Kepala Staf Presiden, Kepala BNPB, Gubernur Riau, Kapolda Riau, Danrem dan Badan Restorasi Gambut, perwakilan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, SKPD terkait, serta Bupati/Wakil Bupati Provinsi Riau (21/7) di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru. Selain itu, rombongan juga melakukan pantauan udara langsung menggunakan helikopter.

Untuk melakukan pencegahan dan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Riau, BNPB mengoperasikan dua helikopter MI-171 water bombing, dua pesawat Air Tractor water bombing dan operasi hujan buatan atau teknologi modifikasi cuaca bersama BPPT.

Setiap hari heli dan pesawat melakukan penerbangan untuk melakukan pengecekan dan patroli dari udara serta pemadaman dengan menjatuhkan ribuan liter air. Saat api masih kecil langsung dipadamkan dari satgas udara dan darat.

Hujan buatan dilakukan dengan menebarkan garam (NaCl) ke dalam awan-awan potensial di atmosfer. Dengan adanya kondisi anomali cuaca dan hangatnya perairan laut di Indonesia maka awan-awan potensial jenis Cumulus dan Cumulonimbus tersedia cukup banyak sehingga mudah disemai menjadi hujan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here