Upah dari Allah

0
109
Humor Sufi: Upah dari Allah
Ilustrasi Humor Sufi, Nasrudin

NASRUDIN hampir selalu miskin. Dia tidak mengeluh, tapi suatu hari istrinya yang mengeluh.

“Tapi aku mengabdi kepada Allah saja,” kata Nasrudin.

“Kalau begitu, mintalah upah kepada Allah,” kata istrinya.

Nasrudin langsung ke pekarangan, bersujud, dan berteriak keras-keras, “Ya Allah, berilah hamba upah seratus keping perak!” berulang-ulang.

Tetangganya ingin mempermainkan Nasrudin. Dia melemparkan seratus keping perak ke kepala Nasrudin. Tapi dia terkejut waktu Nasrudin membawa lari uang itu ke dalam rumah mereka dengan gembira, sambil berteriak, “Hai, aku memang wali Allah. Ini upahku dari Allah.”

Sang tetangga menyerbu rumah Nasrudin, meminta kembali uang yag baru dilemparkannya. Nasrudin menjawab, “Aku memohon kepada Allah, dan uang yang jatuh itu pasti jawaban dari Allah.”

Tetangganya marah. Dia mengajak Nasrudin menghadap hakim. Nasrudin berkelit, “Aku tidak pantas ke pengadilan dalam keadaan begini. Aku tidak punya kuda dan pakaian bagus. Pasti hakim berprasangka buruk pada orang miskin.”

Sang tetangga meminjamkan jubah dan kuda. Tidak lama kemudian, mereka menghadap hakim. Tetangga Nasrudin segera mengadukan halnya kepada hakim.

“Bagaimana pembelaanmu?” tanya hakim pada Nasrudin.

“Tetangga saya ini gila, tuan,” kata Nasrudin.

“Apa buktinya?” tanya hakim.

“Tuan hakim bisa memeriksanya langsung. Dia pikir segala yang ada di dunia ini miliknya. Coba tanyakan misalnya tentang jubah saya dan kuda saya, tentu semua diakui sebagai miliknya. Apalagi uang saya.”

Dengan kaget, sang tetangga berteriak, “Tetapi itu semua memang milikku!”

Bagi sang hakim, bukti-bukti sudah cukup. Perkara putus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here